Basic Nutrients in Food: Protein, Peptides and Amino Acids (Part 1)

Nutrisi Dasar dalam Makanan: Protein, Peptida, dan Asam Amino (Bagian 1)

Basic Nutrients in Food: Protein, Peptides and Amino Acids (Part 1)

Peptida dan asam amino adalah molekul kecil hasil pemecahan protein—dan bentuk yang paling baik diserap oleh usus hewan.

Protein, peptida, dan asam amino termasuk dalam keluarga nutrisi yang sama. Semua protein terdiri dari asam amino dan peptida, dengan asam amino sebagai unit terkecil. (Dari kecil ke besar: asam amino → membentuk peptida → membentuk protein.)

Hewan tidak dapat menggunakan protein diet secara langsung. Ia harus dicerna menjadi peptida kecil dan asam amino, diserap melalui usus, dan baru kemudian dirakit kembali dalam tubuh menjadi protein yang dapat digunakan.

▲ Gambar: hubungan antara asam amino, peptida, dan protein.

Bentuk yang paling baik diserap—peptida

Peptida adalah rantai 2 hingga 50 asam amino yang dihubungkan oleh “ikatan peptida”—dari sanalah namanya. Ikatan peptida dapat diputus melalui reaksi dengan air (hidrolisis), sehingga peptida dapat diperoleh baik dengan menghidrolisis protein maupun dengan sintesis dari asam amino.

Dari protein, peptida, dan asam amino, peptida diserap paling efisien—di- dan tri-peptida yang terbaik. Faktanya, saluran pencernaan anjing dan kucing menggunakan enzim untuk memecah protein menjadi peptida sebelum menyerapnya.

Nutrisi yang tidak dapat dibuat tubuh—asam amino esensial

Sebagai unit terkecil protein, hanya ada sekitar 20 jenis asam amino, pada semua hewan. Beberapa tidak dapat disintesis oleh hewan itu sendiri; ini adalah “asam amino esensial”. Mereka hanya bisa berasal dari makanan sehari-hari, dan asam amino tidak disimpan jangka panjang dalam tubuh, sehingga kekurangan diet segera memengaruhi fungsi tubuh.

▲ Gambar: perbandingan asam amino esensial (kiri ke kanan: manusia, anjing, kucing).

Untungnya, dengan diet yang dikelola dengan baik sebagian besar asam amino esensial tersedia dari makanan. Tetapi perhatikan bahwa asam amino esensial berbeda antar spesies, sehingga kebutuhan hewan tidak dapat dinilai dari sudut pandang nutrisi manusia. Saat memilih makanan hewan, pilih makanan dengan rasio asam amino yang terhitung (kibble bereputasi dan kaleng diet lengkap)—suplemen asam amino tambahan tidak diperlukan lagi.

Lanjut membaca: Protein, Peptida, dan Asam Amino (Bagian 2)

Referensi

  1. Nelson DL, Cox MM. Lehninger Principles of Biochemistry, ed. ke-4.
  2. Rogers QR, Morris JG. Essentiality of amino acids for the growing kitten. J Nutr. 1979;109(4):718-23.
Kembali ke blog